BRMP Kalsel Hadiri Acara Penandatanganan Komitmen Bersama Kegiatan Cetak Sawah TA 2026
BANJARBARU (brmpkalsel) – Langkah nyata menuju swasembada pangan nasional terus digenjot. Pada tanggal 6 Juni 2026 Bertempat di Kalimantan Selatan, Rapat Koordinasi Kegiatan Cetak Sawah Tahun Anggaran 2026 untuk Wilayah Kalimantan sukses digelar. Acara strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran pejabat daerah dan provinsi se-Kalimantan, serta ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh para kepala daerah terkait.
Membuka jalannya acara, Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dr. Ariadi, menegaskan posisi vital Kalimantan Selatan sebagai sentra padi dan lumbung pangan nasional.
"Sejalan dengan program Presiden terkait swasembada pangan, kita berharap program cetak sawah rakyat dan infrastruktur pendukungnya ini berjalan optimal. Pengerjaannya harus dilakukan secara transparan dan profesional agar lahan yang dicetak benar-benar produktif," ujar Dr. Ariadi.
Dalam sambutannya, Direktur Penyediaan Lahan, Geloria M. K. Br. Ginting, S.P., M.M., M.Sc., memaparkan bahwa program cetak sawah tahun ini tersebar di 15 kabupaten pada 4 provinsi di Kalimantan dengan total luas lahan Survey Investigation Design (SID) mencapai 16.450 Hektare.
Khusus untuk wilayah Kalimantan Selatan, program mencakup 6 kabupaten dengan skema kontrak melalui E-Katalog. Sementara itu, 9 kabupaten lainnya (4 di Kaltim, 4 di Kaltara, dan 1 di Kalteng) akan dilaksanakan melalui skema Swakelola Tipe II. Kawal Titik Kritis, Target Tanam September 2026
Sementara itu, Direktur Jenderal, Dr. Ir. Hermanto, M.P., mengingatkan seluruh pihak untuk belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Sebagai langkah awal, workshop penyamaan persepsi bagi seluruh penyedia, pelaksana, pengawas, dan tim teknis telah sukses dilaksanakan pada 4–5 Juni 2026.
Dr. Ir. Hermanto menggarisbawahi dua titik kritis yang wajib dikawal ketat demi keberhasilan program ini:
1. Kesesuaian Perencanaan (SID): Dokumen SID wajib menjadi acuan utama rencana kerja. Apa yang dikerjakan di lapangan harus sama persis dengan SID, baik dari segi konstruksi maupun area kerja.
2. Validitas Data E-Katalog: Semua dokumen yang disampaikan dalam E-Katalog harus sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Faktor kepemilikan dan penguasaan alat berat juga menjadi kunci krusial keberhasilan konstruksi di lapangan.
Dengan komitmen kuat dan kerja sama lintas sektor, kegiatan cetak sawah targetnya sudah bisa mulai ditanami pada awal September 2026.