Gerakan Tanam Serempak di Tanah Laut Perkuat Sinergi untuk Swasembada Pangan
TANAH LAUT (brmp kasel) --- Upaya mempercepat swasembada pangan nasional berkelanjutan terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, penyuluh, Brigade Pangan, petani, TNI-Polri, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Serempak di Desa Liang Anggang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Jumat (21/8/2026).
Gerakan tanam yang merupakan bagian dari program ketahanan pangan Kementerian Pertanian ini dilaksanakan pada lahan Optimalisasi Lahan (OPLAH) 2024, OPLAH 2025, dan CSR 2025. Kegiatan mencakup penanaman di lahan seluas 40 hektare dengan dukungan empat Brigade Pangan.
Kegiatan ini tidak sekadar menambah luas tanam, tetapi juga memperkuat ekosistem usaha tani agar lebih produktif, modern, dan berkelanjutan. Peran penyuluh menjadi sangat penting dalam memastikan program berjalan hingga tingkat petani.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (PPSDMP) Kementerian Pertanian, Dr. Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa penyuluh merupakan ujung tombak dalam mengawal petani dan Brigade Pangan.
“Penyuluh merupakan garda terdepan yang mengawal petani dan Brigade Pangan,” ujarnya.
Untuk mendukung percepatan swasembada pangan, penyuluh diarahkan untuk fokus pada Luas Tambah Tanam (LTT), peningkatan produktivitas, dan ketepatan CPCL. Pendampingan juga diperkuat melalui penerapan inovasi dan teknologi, termasuk PM-AAS, serta solusi terhadap persoalan di lapangan seperti kekeringan.
Dari sisi petani, gerakan ini memberi dorongan untuk terus mengoptimalkan lahan. Ketua Gapoktan Adil Makmur, Hastam (61), mengatakan dukungan berbagai pihak membuat petani semakin bersemangat meningkatkan produksi.
“Dengan adanya gerakan tanam serempak dan dukungan berbagai pihak, kami semakin termotivasi untuk mengoptimalkan lahan yang ada dan meningkatkan produksi,” ungkapnya.
BRMP Kalsel turut mendukung kegiatan melalui penerapan teknologi dan inovasi pertanian yang sesuai dengan kondisi wilayah. Sinergi penyuluh, Brigade Pangan, dan petani diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, produktivitas lahan, serta manfaat ekonomi bagi petani.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura selaku Pj. Swasembada Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala BBPP Binuang, Kepala BRMP Kalsel, jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, serta berbagai unit kerja Kementerian Pertanian dan mitra pembangunan pertanian.
Gerakan Tanam Serempak di Liang Anggang menjadi bukti bahwa swasembada pangan dibangun melalui kolaborasi dan kerja nyata di lapangan. Melalui lahan yang dioptimalkan, teknologi yang diterapkan, serta petani yang terus didampingi, produksi pangan di Kalimantan Selatan diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan.