• Jl. Panglima Batur Barat
  • (0511) 4772346, WA : +62 851-2404-8532
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
      • Standar Pelayanan Publik
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Prosedur Evakuasi
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
      • Rencana Strategis
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Leaflet/Brosur
    • Prosiding/Jurnal
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Deregulasi Kebijakan
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
    • Whistleblower's System
Thumb
21 dilihat       29 Mei 2026

Kementan Perkuat Penerapan Teknologi Adaptif Hadapi Musim Kemarau 2026

Jakarta, -- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) terus memperkuat penerapan teknologi pertanian adaptif untuk menghadapi musim kemarau 2026 sekaligus menjaga produktivitas pertanian nasional.

Melalui jaringan BRMP Provinsi, Kementan mendorong pemanfaatan varietas unggul adaptif, teknologi hemat air, serta pola budidaya spesifik lahan kering guna memastikan produksi pangan tetap berjalan optimal.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipatif seiring masuknya musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia. Berbagai inovasi dan teknologi pertanian yang telah disiapkan diharapkan mampu mendukung petani menjaga produktivitas di lapangan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman beberapa saat lalu menegaskan bahwa antisipasi perlu dilakukan sejak dini melalui percepatan tanam, penguatan pengelolaan air, dan pemanfaatan varietas adaptif di wilayah yang berpotensi mengalami keterbatasan air.

“Petani perlu memanfaatkan varietas genjah dan tahan kekeringan, seperti Inpago 4–13, Inpari 38–46, Situbagendit, Situpatenggang, Padjadjaran, Cakrabuana, atau varietas sejenis lainnya agar produksi tetap terjaga meskipun menghadapi musim kemarau,” ujar Mentan Amran.

Sejak awal 2026, BRMP di berbagai wilayah telah memperkuat penerapan teknologi adaptif melalui diseminasi varietas unggul tahan kering, pendampingan budidaya hemat air, hingga penguatan pola tanam spesifik lokasi.

Di Kepulauan Riau, BRMP mendiseminasikan varietas unggul tahan kekeringan seperti Cakrabuana Agritan dan Inpari 38 Tadah Hujan Agritan kepada petani melalui pendampingan lapangan, penyediaan benih unggul, serta sosialisasi teknologi budidaya adaptif.

Sementara itu, BRMP Bali turut mendukung pemanfaatan benih jagung varietas Jakarin yang adaptif pada kondisi lahan dengan ketersediaan air terbatas dan tetap produktif.

Selain pengembangan varietas adaptif, Kementan jugga terus mendorong penerapan teknologi hemat air melalui metode Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan berselang. Teknologi tersebut mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air irigasi tanpa mengurangi produktivitas tanaman.

BRMP juga memiliki teknologi budidaya spesifik lahan kering melalui Larikan Gogo Super (Largo Super) yang mengombinasikan penggunaan varietas unggul padi gogo, sistem tanam larikan, pemupukan berimbang, bahan organik, serta pengendalian hayati untuk meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan.

Kepala BRMP Kementan Fadjry Djufry mengatakan penguatan inovasi teknologi spesifik lokasi menjadi langkah penting menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

“BRMP terus mendorong penerapan inovasi teknologi pertanian sesuai karakteristik wilayah, mulai dari varietas adaptif, pengelolaan air hemat, hingga pola budidaya spesifik lahan kering agar produktivitas pertanian tetap terjaga,” ujar Fadjry.

Ia menambahkan, BRMP Provinsi di seluruh Indonesia terus melakukan pendampingan bersama pemerintah daerah, penyuluh, dan petani agar inovasi dapat diterapkan lebih luas.

“Penguatan teknologi di lapangan menjadi langkah penting agar petani semakin siap menghadapi dinamika iklim sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional,” tambahnya.

Melalui penguatan diseminasi inovasi, penerapan teknologi hemat air, dan pemanfaatan varietas unggul adaptif, Kementerian Pertanian optimistis sektor pertanian Indonesia semakin tangguh dan produktif dalam menghadapi dinamika iklim.

Prev Next

- BSIP Kalimantan Selatan


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Tingkatkan Nilai Tambah Hortikultura, KWT Bauntung Batuah Ikuti Pelatihan Nugget Labu Kuning
    31 Jul 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan
  • Thumb
    BRMP Kalsel Sosialisasikan PM-AAS, eBanper, dan Aplikasi JULAK di Kabupaten Tabalong
    31 Jul 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan
  • Thumb
    BRMP Kalimantan Selatan Hadiri Tanam Perdana PM-AAS di Kabupaten Balangan
    31 Jul 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan
  • Thumb
    BRMP Kalsel Perkuat Sinergi dengan BWS Kalimantan III Dukung Perluasan Tanam PM-AAS di Kab. Banjar
    31 Jul 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan
  • Thumb
    Percepatan PM-AAS melalui Sosialisasi dan Penguatan Koordinasi di Kab. Hulu Sungai Tengah
    31 Jul 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan

tags

Teknologi

Kontak

(0511) 4772346, WA : +62 851-2404-8532
(0511) 4781810
[email protected]

Jl. Panglima Batur Barat No. 4 Banjarbaru
Kel. Mentaos, Kec. Banjarbaru Utara
Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan
Indonesia
70714

© 2026 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Selatan. All Right Reserved