Sambut Puncak Panen, Kementan dan Bulog Perkuat Sinergi agar Gabah Petani Kalsel Terserap Optimal
Banjarbaru (brmpkalsel) — Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan bersama Perum Bulog memperkuat koordinasi menjelang puncak panen padi Agustus–September 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan gabah petani terserap optimal, menjaga stabilitas harga di tingkat petani, serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Koordinasi yang berlangsung di BRMP Kalimantan Selatan pada Rabu (10/6/2026) tersebut dihadiri Direktur Penyediaan Perum Bulog Pusat, Direktur Pengadaan Perum Bulog, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kalimantan Selatan, Plt. Kepala BRMP Kalimantan Selatan, Kepala BPSB Kalimantan Selatan, penyuluh pertanian, Penyuluh CWS Provinsi Kalimantan Selatan, serta perwakilan lima kelompok Brigade Pangan dari Kabupaten Banjar.
Kepala BPSB Kalimantan Selatan, Zainul Arifin, S.P., menyampaikan bahwa produksi padi Kalimantan Selatan diproyeksikan mencapai puncak pada Agustus hingga September 2026. Karena itu, diperlukan kesiapan seluruh pihak agar hasil panen petani dapat terserap dengan baik.
Direktur Penyediaan Perum Bulog Pusat mengapresiasi BRMP Kalimantan Selatan yang dinilai cepat tanggap memfasilitasi koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi tantangan penyerapan gabah di daerah.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting agar hasil panen petani dapat terserap optimal dan memberikan manfaat langsung bagi petani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hingga September 2025 Bulog telah menyerap sekitar 3 juta ton beras. Pada Januari 2026, Cadangan Beras Pemerintah mencapai sekitar 3,5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Perum Bulog. Pada tahun 2026, Bulog menargetkan penyerapan beras mencapai 4 juta ton guna menjaga ketersediaan pangan nasional dan memberikan kepastian pasar bagi petani.
Sementara itu, Plt. Kepala BRMP Kalimantan Selatan, Dr. Wahida Annisa Yusuf, M.Sc., menegaskan komitmen BRMP Kalimantan Selatan untuk terus memperkuat koordinasi dengan Bulog, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan seluruh pemangku kepentingan.
“BRMP Kalimantan Selatan siap bersinergi untuk menemukan solusi terbaik agar serapan gabah petani semakin optimal dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Wahida.
Melalui sinergi ini, Kementerian Pertanian dan Perum Bulog berharap puncak panen di Kalimantan Selatan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan pendapatan petani, menjaga stabilitas harga gabah, memperkuat cadangan pangan pemerintah, dan mendukung percepatan swasembada pangan nasional.