Sosialisasi PM-AAS dan Aplikasi eBanpem Digelar BRMP Kalimantan Selatan di Tanah Laut
Tanah Laut (brmpkalsel) — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan menggelar sosialisasi kegiatan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Aula Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Tanah Laut, Senin (24/8/2026). Kegiatan ini dihadiri para penyuluh pertanian, pejabat, dan staf Distanhorbun setempat.
Kepala BRMP Kalimantan Selatan yang diwakili Kapoksi Program dan Pengujian, Sholih Nugroho Hadi, menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian menargetkan pelaksanaan PM-AAS seluas 1 juta hektare secara nasional. Dari jumlah tersebut, Kalimantan Selatan mendapat alokasi 16.040 hektare yang telah dibagi ke 13 kabupaten/kota.
"Kami mohon agar target yang sudah disampaikan dapat diterima dan segera usulkan calon petani calon lokasi (CPCL). Semua penyuluh agar berusaha merealisasikan target yang telah ditetapkan tentunya dengan memperhatikan kondisi yang ada," ujar Sholih.
Kepala Distanhorbun Kabupaten Tanah Laut, Ir. M. Faried Widyatmoko, meminta para penyuluh mencari petani inovatif yang bisa dijadikan percontohan agar petani lain mengikuti program secara sukarela. Ia juga menyatakan optimismenya bahwa produktivitas padi akan meningkat seiring bertambahnya populasi tanaman dan input produksi lainnya.
Materi petunjuk teknis dan pembelajaran (lesson learned) PM-AAS disampaikan oleh penyuluh BRMP Kalimantan Selatan, Harun Kurniawan. Ia menegaskan bahwa meyakinkan petani untuk mengikuti program jauh lebih berat dibanding pelaksanaan budi daya di lapangan. Harun turut memaparkan teknik budi daya mulai dari persiapan lahan, pemilihan varietas, penanaman, hingga pemeliharaan.
Sebagai program strategis nasional yang dikawal langsung oleh para pimpinan, pelaporan PM-AAS melalui aplikasi menjadi kewajiban. Materi terkait mekanisme pelaporan disampaikan oleh Cahya Wening.
Materi lain yang menjadi sorotan dalam sosialisasi ini adalah penggunaan aplikasi eBanpem. Hendra Setiawan memaparkan secara rinci tata cara pengusulan CPCL melalui aplikasi tersebut kepada para penyuluh dan jajaran Distanhorbun.
Seluruh peserta mengikuti sosialisasi dengan antusias dari awal hingga akhir acara dan menyatakan komitmen untuk mendukung suksesnya program strategis Kementerian Pertanian ini.