Brigade Pangan Kabupaten Banjar Diperkuat dengan Bimtek Menuju Swasembada Pangan 2025
BANJAR (brmp-kalsel) --- Guna mendukung target swasembada pangan tahun 2025, sebanyak 85 anggota Brigade Pangan (BP) dari Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Penguatan Brigade Pangan Kabupaten Banjar Mendukung Swasembada Pangan Tahun 2025” pada Selasa (07/10/2025).
Acara Bimtek diselenggarakan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Martapura Barat yang digelar di Aula Kecamatan Martapura Barat.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala BPP Martapura Barat, Danil Bangsawan, yang menyampaikan apresiasi kepada BRMP Kalimantan Selatan atas dukungan pelaksanaan bimtek ini. Danil menjelaskan bahwa Martapura Barat memiliki luas tanam padi 4.139 ha dengan luas panen 1.250 ha dan rata-rata produksi 5,7 ton/ha. Saat ini, program optimasi lahan rawa (Oplah) seluas 2.045 ha dan cetak sawah rakyat (CSR) 424 ha tengah berjalan di empat desa yaitu Desa Sungai Batang Ilir, Desa Sungai Rangas Ulu, Desa Keliling Benteng Ulu, dan Desa Penggalaman.
Danil menambahkan sebanyak 10 BP terlibat dalam program Oplah dan 2 BP dalam program CSR. Masing-masing BP juga telah menerima traktor roda 4 dan benih 40 kg/ha. Proses pengolahan lahan pun sudah dimulai, menunggu pencairan dana dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan.
Sambutan selanjutnya sekaligus membuka acara secara resmi disampaikan oleh Kepala BRMP Kalimantan Selatan, Dr. Ahmad Subhan, M.Sc. Subhan menekankan pentingnya peran aktif seluruh Brigade Pangan dalam mendukung keberhasilan program swasembada pangan nasional.
Acara bimtek ini menghadirkan narasumber Sholih Nugroho Hadi, Ph.D dari BRMP Kalimantan Selatan. Materi bimtek terkait aspek strategis seperti dinamika kelompok tani, analisis risiko usaha tani, kelayakan bisnis, dan pencatatan keuangan sederhana.
Sholih menekankan pentingnya peran BP sebagai penggerak utama swasembada pangan. Ia menyoroti pentingnya dinamika kelompok, kesiapan menghadapi risiko usaha tani, hingga pencatatan keuangan sebagai dasar manajemen usaha pertanian modern. Ia juga mendorong agar BP dapat naik kelas menjadi BP madya yang profesional dan mandiri secara finansial.
Dalam sesi diskusi salah satu hal yang disoroti adalah terkait operasional alat mesin pertanian (alsintan) yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Hal ini ditanggapi dengan solusi adanya kolaborasi dengan pihak berwenang dan ide usaha pom mini jika BP telah berkembang menjadi madya.
Dengan semangat kebersamaan dan penguatan kapasitas ini, diharapkan Brigade Pangan di Kabupaten Banjar siap menjadi ujung tombak dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.(/nes)