BRMP Kalimantan Selatan dan Itjen Kementan Susun Mitigasi Risiko Guna Kawal Swasembada Pangan
BOGOR–Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Kalimantan Selatan bersama Inspektorat Jenderal (Itjen) IV Kementerian Pertanian melakukan penyusunan Manajemen Risiko (MR) untuk meminimalisir potensi hambatan pada kegiatan perbenihan padi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari pengawalan Prioritas Nasional demi menjaga keberlanjutan swasembada pangan di Indonesia.
Pertemuan berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jumat (7-8 Mei 2026), di Aula Ir. Sadikin Sumintawikarta, Bogor, ini diinisiasi oleh Itjen IV Kementerian Pertanian. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pengawalan teknis dan manajerial bagi Satuan Kerja BRMP di berbagai provinsi di Indonesia.
Penyusunan Manajemen Risiko ini merupakan tindakan proaktif Kementerian Pertanian untuk memastikan program perbenihan padi berjalan presisi. Mengingat statusnya sebagai program prioritas nasional, setiap tahapan memerlukan monitoring dan evaluasi komprehensif.
Proses mitigasi ini dirancang untuk mengidentifikasi ancaman, baik dari sisi internal maupun eksternal. Faktor internal mencakup potensi kesalahan manusia (human error), optimalisasi metode, serta kesiapan mesin. Sementara dari sisi eksternal, tim melakukan analisis mendalam terhadap anomali cuaca seperti fenomena El Nino yang kerap mengancam produktivitas lahan.
Setiap risiko diidentifikasi secara detail melalui seluruh alur proses bisnis perbenihan, yang meliputi: Tahap persiapan dan pelaksanaan kegiatan, Penanganan pasca-panen, Proses penyimpanan Gudang serta Distribusi benih kepada petani.
BRMP Kalimantan Selatan menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung target ketahanan pangan. Pada tahun 2026, BRMP Kalimantan Selatan memiliki target produksi perbenihan padi sebesar 70,3 ton.
BRMP Kalimantan Selatan bertindak secara pro aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan tindak lanjut mitigasi risiko di bawah pengawalan langsung Plt. Kepala BRMP Kalimantan Selatan Dr. Wahida Annisa Yusuf, SP, M.Sc. Untuk memastikan keberhasilan kegiatan perbenihan padi sebagai penyuplai benih sumber padi dengan varietas unggul yang terstandar di wilayah Kalimantan Selatan.
Melalui pengawalan ketat dari Itjen IV Kementan, diharapkan seluruh program perbenihan di daerah dapat berjalan efektif, efisien, dan akuntabel guna memperkuat fondasi kedaulatan pangan nasional.