Kolaborasi Percepat LTT Barito Kuala, Dorong Produksi Pangan Kalsel
BARITO KUALA (brmp-kalsel)- Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Barito Kuala menjadi fokus pembahasan dalam Rapat Koordinasi Percepatan LTT yang digelar di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala, Jumat (18/9/2026).
Rapat yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, serta instansi terkait ini membahas langkah konkret untuk mendorong peningkatan luas tanam sekaligus mendukung penguatan swasembada pangan di Kalimantan Selatan.
Pj. Swasembada Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Freddy, S.TP., M.Sc., M.P.S., Ph.D., menyampaikan perlunya setiap kecamatan memiliki target luas tanam yang jelas untuk periode September–Oktober. Selain itu, sinkronisasi data melalui e-Pusluh diperlukan untuk mendukung usulan bantuan benih di Barito Kuala, baik untuk padi reguler, Cetak Sawah Rakyat (CSR), maupun Optimalisasi Lahan (Oplah).
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala, Dr. Wahyu Wiguna menyampaikan sejumlah tantangan di lapangan, salah satunya kondisi kekeringan. Meski demikian, upaya percepatan tetap dilakukan dengan mendorong petani agar terus bersemangat dan mengoptimalkan lahan yang tersedia.
Dari BRMP Kalimantan Selatan, Dr. Shinta Anggreany, M.Si., menyampaikan bahwa BRMP Kalsel turut mendukung LTT melalui sosialisasi dan pendampingan penginputan e-Banper kepada penyuluh dan dinas pertanian kabupaten/kota.
“ dukungan pendampingan inovasi teknologi pertanian PM-AAS dan pendampingan E Banper juga menjadi bagian dari upaya mendukung penambahan luas tanam di Kalimantan Selatan,” ujar Shinta.
Kegiatan dihadiri Pj. Swasembada Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, perwakilan BRMP Kalsel, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Pertanian Kabupaten Barito Kuala, unsur penyuluhan pertanian, serta instansi terkait lainnya.
Melalui sinergi lintas sektor, percepatan LTT diharapkan dapat terus bergerak dari target dan data menuju aksi nyata di lapangan, sehingga produksi pangan dan ketahanan pangan masyarakat Kalimantan Selatan semakin kuat.