Hasil Panen Lebih dari Dua Kali Lipat: Petani Kalsel Ingin Kembali Terapkan PM AAS
Banjarbaru (brmp-kalsel) — Penerapan teknologi melalui Program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS) di Kalimantan Selatan mulai menunjukkan hasil positif bagi petani. Pada musim tanam perdana, penerapan PM AAS dilaksanakan di Kabupaten Barito Kuala seluas 45 hektare dan Kabupaten Tabalong seluas 60 hektare, dengan pengembangan varietas padi Inpari 49 dan Inpari 32.
Meski dalam pelaksanaan awal masih menghadapi berbagai kendala di lapangan, hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan produktivitas hingga lebih dari dua kali lipat dibandingkan produksi sebelumnya. Capaian tersebut menjadi pengalaman penting bagi petani dalam melihat secara langsung manfaat penerapan teknologi dan pengelolaan usaha tani yang lebih modern.
Salah satu petani kooperator PM AAS di Barito Kuala, Sugeng, mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh. Menurutnya, peningkatan produksi tersebut memberikan harapan baru karena hasil panen juga dapat langsung terserap oleh Perum BULOG.
“Alhamdulillah, hasilnya sangat baik dan lebih dari dua kali lipat. Kami bersyukur karena hasil panen juga langsung terserap. Kalau ada kesempatan, kami ingin kembali mengikuti program ini,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut juga mulai menarik perhatian petani lain. Mereka melihat hasil yang diperoleh petani kooperator dan mulai menyampaikan minat untuk mencoba teknologi PM AAS serta mengusulkan diri sebagai petani kooperator pada musim tanam berikutnya.
Kepala BRMP Kalimantan Selatan, Dr. Wahida Annisa Yusuf, M.Sc., mengapresiasi kesungguhan para petani kooperator dalam menerapkan teknologi yang diberikan.
“Capaian ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi yang sesuai dengan kondisi lokal dapat memberikan dampak positif bagi petani, termasuk dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan. Kami mengapresiasi petani yang bersungguh-sungguh mengikuti proses penerapan PM AAS,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman pada musim tanam pertama menjadi pembelajaran untuk terus menyempurnakan penerapan teknologi sesuai kondisi lapangan. BRMP Kalimantan Selatan juga terus mendorong agar inovasi yang telah menunjukkan hasil positif dapat dipelajari dan dikembangkan lebih luas sesuai kebutuhan petani.
Bagi petani, PM AAS bukan sekadar penerapan teknologi, tetapi pengalaman yang luar biasa untuk meningkatkan hasil usaha tani dan membuka peluang memperoleh pendapatan yang lebih baik.