• Jl. Panglima Batur Barat
  • (0511) 4772346, WA : +62 851-2404-8532
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • PPID Pelaksana
      • Profil PPID
      • Regulasi PPID
      • Struktur PPID
      • Laporan PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
      • Standar Pelayanan Publik
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Agenda Kegiatan
    • Regulasi
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Program Tahunan
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Laporan Pengendalian Internal
      • Laporan Pengaduan Masyarakat
      • Prosedur Evakuasi
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
      • Rencana Strategis
    • Pengadaan Barang dan Jasa
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Leaflet/Brosur
    • Prosiding/Jurnal
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Deregulasi Kebijakan
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
    • Whistleblower's System
Thumb
637 dilihat       19 Juli 2024

Monitoring Perkembangan Kegiatan 2024, Tim IRRI Kunjungi Kalimantan Selatan

BARITO KUALA (bsip-kalsel) --- Implementasi kegiatan Rice Crop Manager (RCM) di Kalimantan Selatan memasuki tahun kedua pada 2024. Dalam rangka melakukan monitoring terhadap implementasi kegiatan, khususnya di agroekosistem rawa pasang surut, tim IRRI melakukan kunjungan ke Kalimantan Selatan. Tim yang beranggotakan Dr. Madona Casimero  Ph.D sebagai Senior Scientist and sub unit lead for Climate Adaptive Agronomy, Rowena Castillo sebagai Project Manager, Herta Novalina Sipayung, SP, M. Sc., Ph.D sebagai Associate Scientist Crop and Nutrient management, Fadlan Solichin, S.P. sebagai Research technician, Dosma Ulima Simbolon, S.Agr. Sebagai Research technician, dan Bhakti Priatmojo, SP. M.Si dari PSITP BSIP mengunjungi BSIP Kalimantan Selatan, Selasa, 16 Juli 2024.

Dalam diskusi, Kepala BSIP Kalimantan Selatan menyampaikan beberapa perkembangan kegiatan RCM tahun 2024. Diantaranya yaitu implementasi LKP dan NOPT sebanyak 16 dan 18 lokasi dari masing-masing 15 titik yang ditargetkan. Artinya, pelaksanaan kegiatan LKP dan NOPT tahun 2024 melebihi dari target yang ditetapkan oleh RCM Project. Selain itu, tim RCM BSIP Kalimantan Selatan juga telah melakukan sosialisasi terkait dengan Aplikasi LKP pada tiga Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yaitu, BPP Martapura Timur di Kabupaten Banjar, BPP Anjir Muara dan BPP Anjir Pasar di Kabupaten Barito Kuala.

Lebih lanjut, disampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam implementasi kegiatan pertanaman di lahan pasang surut, khususnya di Kalimantan Selatan. Tantangan-tantangan tersebut antara lain kondisi keasaman air dan lahan, kesulitan dalam pengelolaan air, serta peluang terjadinya keracunan besi pada pertanaman. Berbagai tantangan ini harus dijawab jika ingin meningkatkan produktivitas padi di lahan pasang surut Kalimantan Selatan.

Tim selanjutnya diarahkan untuk melakukan kunjungan langsung ke lapangan, untuk memperkuat gambaran terkait dengan implementasi kegiatan. Tim berkunjung ke tiga kecamatan di Kabupaten Barito Kuala, yaitu Kecamatan Belawang Desa Karang Dukuh, Kecamatan Mandastana Desa Karang Bunga dan Kecamatan Rantau Badauh Desa Danda Jaya yang merupakan lokasi kegiatan RCM Kalimantan Selatan.

Dari hasil kunjungan, tim mendapatkan gambaran terkait dengan kondisi lahan pasang surut Kalimantan Selatan yang cukup berbeda dengan lahan pasang surut di wilayah lain. Lahan pertanian padi yang cenderung sempit karena dipisahkan oleh surjan yang ditanami jeruk sangat berbeda dengan lahan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan yang cenderung berada pada hamparan luas, tanpa adanya surjan. Hal ini menjadi tantangan yang harus dicarikan solusi terbaik untuk mendapatkan rekomendasi budidaya padi kususnya terkait dengan pemupukan pada lahan pasang surut spesifik lokasi Kalimantan Selatan. [rn]

Prev Next

- BSIP Kalimantan Selatan


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Kalimantan Selatan Lakukan Kunjungan Studi Tiru Pengelolaan UPBS ke BRMP Yogyakarta
    03 Nov 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan
  • Thumb
    BRMP Kalsel dan Fakultas Pertanian UGM Jalin Kerja Sama
    03 Nov 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan
  • Thumb
    BRMP Kalsel Dukung Sinergi Pembangunan Pertanian Terpadu di Hulu Sungai Selatan
    31 Okt 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan
  • Thumb
    BRMP Kalsel Dampingi Penyaluran 53,28 Ton Benih Padi Gogo untuk Petani di Hulu Sungai Tengah
    30 Okt 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan
  • Thumb
    Perkuat Sinergi Teknologi, BRMP Kalsel dan BSPJI Banjarbaru Tandatangani Nota Kesepahaman  
    29 Okt 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan

tags

AgroStandar RCMIndonesia antisipasidaruratpangan inovasipertanian standardservicesglobalization

Kontak

(0511) 4772346, WA : +62 851-2404-8532
(0511) 4781810
[email protected]

Jl. Panglima Batur Barat No. 4 Banjarbaru
Kel. Mentaos, Kec. Banjarbaru Utara
Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan
Indonesia
70714

© 2026 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Selatan. All Right Reserved