Sekolah Lapang Tingkatkan Produktivitas Padi: Perkuat Kapasitas Petani Barito Kuala
Barito Kuala (brmpkalsel) – Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala melaksanakan panen padi hasil Sekolah Lapang Budidaya Padi di demplot Brigade Pangan Semangat Muda Jaya, Desa Mekarsari, Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala, Jumat (24/7).
Kegiatan ini dihadiri Plt. Kepala BRMP Kalimantan Selatan Dr. Wahida Annisa Yusuf, S.P., M.Sc, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Pertanian Kabupaten Barito Kuala, unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, penyuluh pertanian, POPT, ketua gapoktan, serta manajer Brigade Pangan. Panen menjadi momentum untuk mengevaluasi hasil penerapan teknologi budidaya sekaligus meningkatkan kapasitas petani melalui pembelajaran berbasis praktik di lapangan.
Sekolah Lapang diikuti oleh 25 peserta dan dilaksanakan dalam empat kali pertemuan yang membahas persiapan lahan, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga panen dan pascapanen. Demplot seluas 1 hektare ditanami lima varietas padi, yaitu Cigeulis, Siam Madu, Inpari 42, Inpari 49, dan Nutri Zinc. Berdasarkan hasil ubinan yang disampaikan Koordinator BPP Mekarsari, Surya Rahman, S.P., produktivitas padi berkisar 6,7–7,7 ton gabah kering panen (GKP) per hektare, dengan varietas Siam Madu mencatat hasil tertinggi sebesar 7,7 ton/ha.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Sumber Daya Pertanian Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala, Hj. Helena Maya Dewi, M.P., mendorong Brigade Pangan untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan, khususnya dalam administrasi keuangan dan pelaporan kinerja. Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Hotni Elfrida Silalahi, mengajak petani memanfaatkan seluruh sarana dan prasarana yang telah tersedia agar mampu meningkatkan produktivitas dan keberhasilan usaha tani secara berkelanjutan.
Dr. Wahida Annisa Yusuf, menegaskan bahwa Brigade Pangan memiliki peran penting dalam mendukung implementasi Pertanian Modern Advance Agricultural System (PM-AAS). Kalimantan Selatan memperoleh alokasi pengembangan PM-AAS seluas 16.040 hektare, dengan Kabupaten Barito Kuala menjadi wilayah prioritas karena memiliki potensi lahan baku sawah yang luas. Ia berharap Brigade Pangan dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan PM-AAS pada Oktober–Desember 2026. Selain itu, dukungan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) serta bantuan lainnya pada 2026–2027 akan diprioritaskan bagi kelompok tani yang menerapkan program PM-AAS sebagai upaya mempercepat modernisasi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.