Transformasi Jadi Eselon IIb, 13 Pejabat BRMP Kalsel Resmi Dilantik
Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian melantik dan mengukuhkan pejabat administrator, pengawas, serta pejabat substansi di lingkungan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan, Jumat (13/2/2026). Pelantikan ini merupakan tindak lanjut transformasi 45 Balai Penerapan Modernisasi Pertanian di seluruh Indonesia menjadi unit kerja eselon IIb sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025.
Prosesi pelantikan dilaksanakan secara luring dan daring oleh Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Prof Dr. Ir.Fadjri Djufri, MSi, GRCE. Dalam arahannya, Prof. Fadry menegaskan bahwa akan semakin banyak tantangan dalam melaksanakan tugas BRMP ke depan, seiring tambahan mandat oleh Menteri Pertanian untuk mengakselerasi program-program prioritas kementerian dalam mendukung swasembada pangan. Pejabat yang dilantik diharapkan mampu memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme, serta mengambil kebijakan teknis secara tepat di wilayah kerja masing-masing.
Lingkup BRMP Kalimantan Selatan, sebanyak 13 pejabat resmi dilantik secara daring dengan didampingi oleh Plt. Kepala BRMP Kalimantan Selatan, Dr. Wahida Annisa Yusuf, SP, M.Sc.
Struktur organisasi yang dikukuhkan meliputi Bagian Tata Usaha yang membawahi Tim Kerja Pengelolaan SDM, Tim Kerja Tata Usaha dan Rumah Tangga, serta Tim Kerja Keuangan dan BMN. Selain itu, terdapat tiga Kelompok Substansi, yakni Kelompok Program dan Pengujian yang membawahi Tim Kerja Program dan Evaluasi serta Tim Kerja Pengujian Teknologi Spesifik Lokasi; Kelompok Pendampingan Modernisasi Pertanian yang membawahi Tim Kerja Pendampingan Program Wilayah I dan Wilayah II; serta Kelompok Penerapan dan Penilaian Kesesuaian yang membawahi Tim Kerja Penerapan dan Diseminasi serta Tim Kerja Pengelolaan Kerja Sama, Layanan, dan Penilaian Kesesuaian.
Transformasi kelembagaan ini diharapkan memperkuat peran BRMP Kalimantan Selatan dalam mendorong penerapan inovasi dan modernisasi pertanian berbasis teknologi spesifik lokasi, guna meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian di Kalimantan Selatan.(/awn)