BRMP Kalsel Terima Audiensi Penyuluh Pertanian Kabupaten Tabalong
BANJARBARU (brmp-kalsel) --- Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan menerima audiensi dari jajaran penyuluh pertanian Kabupaten Tabalong pada Rabu (28/01/2026). Kunjungan tersebut diikuti oleh ketua tim kerja (katimker) serta perwakilan penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se-Kabupaten Tabalong.
Perwakilan penyuluh Kabupaten Tabalong, Hotim Kariyama, SP menyampaikan bahwa audiensi ini dilandasi semangat kebersamaan dan komitmen untuk memperkuat sinergi antar instansi.
“Kedatangan kami atas dasar cinta. Dengan cinta, akan terjalin kerja sama yang kuat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hotim menjelaskan bahwa audiensi ini bertujuan untuk melakukan konsultasi, koordinasi, serta diskusi terkait berbagai isu strategis terkini, khususnya proses transisi penyuluh daerah ke Kementerian Pertanian sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025.
Rombongan penyuluh diterima oleh Kepala BRMP Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Sholih Nugroho Hadi, Ph.D bersama Kelompok Substansi (Kelsi) Provinsi, Amelia Atmojo.
Dalam sambutannya, pihak BRMP Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Pada tahun 2026, BRMP Kalimantan Selatan diamanahkan untuk mendukung produksi benih padi, jagung, serta ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB).
Pertemuan berlangsung dinamis dan penuh kehangatan melalui dialog antara Co-Working Space (CWS) Provinsi dengan para penyuluh Kabupaten Tabalong. Sejumlah isu strategis mengemuka dalam diskusi, antara lain penyusunan dan pelaporan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), Penetapan Angka Kredit (PAK) konversi, penguatan peran CWS di tingkat provinsi dan kabupaten, serta penguatan fungsi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).
Sebagai tindak lanjut, para penyuluh Kabupaten Tabalong juga mengagendakan pelaksanaan rapat koordinasi bulanan guna memperkuat komunikasi dan konsolidasi program penyuluhan di daerah.
Melalui audiensi ini, diharapkan terjalin koordinasi dan kerja sama yang semakin solid antarinstansi, serta meningkatnya kemampuan penyuluh dalam beradaptasi terhadap berbagai perubahan kebijakan. Sinergi tersebut diharapkan bermuara pada peningkatan kinerja penyuluh dalam mendukung dan menyukseskan program swasembada pangan yang berkelanjutan. (/snh&ANG)