Cegah Krisis Pangan, BRMP Kalsel Kawal Program Cetak Sawah Rakyat di Tabalong
TABALONG (brmp-kalsel) ---Di tengah laju alih fungsi lahan pertanian produktif yang mencapai 100 ribu hektar per tahun, pemerintah bergerak cepat menjaga ketersediaan pangan nasional. Salah satu langkah strategisnya adalah Program Cetak Sawah Rakyat (CSR), yang kini tengah digarap di seluruh wilayah Indonesia tidak terkecuali di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan, sebagai penanggung jawab program swasembada pangan di daerah ini, melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan pelaksanaan CSR berjalan tepat sasaran. Tahun ini, Tabalong ditargetkan mencetak 532 hektare sawah baru yang tersebar di lima kecamatan: Upau, Muara Uya, Tanjung, Kelua, dan Banua Lawas.
Kepala BRMP Kalimantan Selatan, Dr. Ahmad Subhan, M.Sc., bersama Kepala Bidang Prasarana Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPPTPH) Kabupaten Tabalong, Rahmani, S.Pi., meninjau langsung perkembangan di Desa Kinarum dan Pangelak, Kecamatan Upau pada Rabu (13/08/2025). Hingga pertengahan Agustus, progres program meliputi penandatanganan kontrak, pengecekan lapangan, dan mobilisasi alat berat ke lokasi.
“Program CSR harus menjadi momentum untuk meningkatkan luas tambah tanam (LTT) sekaligus kesejahteraan petani. Masyarakat dan pemerintah desa harus mengawal agar tidak muncul masalah di kemudian hari,” tegas Dr. Subhan saat berdialog dengan kepala desa dan tokoh masyarakat setempat.
Kepala Desa Kinarum dan Pangelak menyatakan komitmennya untuk menjaga kelancaran program. Mereka akan mengundang para pemilik lahan saat konstruksi dimulai untuk memastikan tidak ada sengketa, terutama terkait batas kepemilikan tanah.
Dengan tambahan ratusan hektare lahan sawah baru, Tabalong diharapkan menjadi salah satu lumbung pangan strategis Kalimantan Selatan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.(/snh)