Kalsel Perkuat Integrasi Sapi-Sawit Berkelanjutan melalui FGD Multipihak
BANJARBARU (brmp-kalsel) --- Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kelapa Sawit Berkelanjutan dan Pengembangan Sapi Terintegrasi Lintas Sektor”, Rabu (7/8/2025), di Gedung KH. Idham Khalid, Komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru.
FGD ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan pandangan lintas sektor dalam mewujudkan sistem agribisnis berkelanjutan yang mengintegrasikan perkebunan, tanaman pangan, kehutanan, hingga lahan pasca tambang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan SKPD provinsi dan kabupaten/kota se-Kalsel, UPTD Kementerian Pertanian, pelaku industri kelapa sawit, serta kalangan akademisi dari berbagai universitas di Kalimantan Selatan.
“Tujuan utama FGD ini adalah menjaring masukan dari seluruh pihak untuk mendorong produksi perkebunan dan peternakan secara berkelanjutan, dengan menggali potensi lokal yang dimiliki Kalimantan Selatan,” tegas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, drh. Suparmi, MS dalam sambutannya.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, secara resmi membuka kegiatan ini. Dalam arahannya, Gubernur menyampaikan bahwa luas areal perkebunan kelapa sawit di Kalsel mencapai 540 ribu hektare, dengan 24 persen dikelola oleh rakyat dan 76 persen oleh perusahaan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) untuk memperkuat hilirisasi sawit, meningkatkan nilai tambah, serta mendukung integrasi dengan sektor peternakan.
FGD ini juga menghadirkan narasumber dari Bappenas, BRIN, serta Agri Multi Lestari—anak perusahaan ADARO yang bergerak di bidang pengembangan sapi. Dalam diskusi terungkap sejumlah tantangan utama dalam pengembangan sapi di Kalimantan Selatan, di antaranya belum adanya perusahaan pembibitan sapi, ketersediaan lahan yang terbatas, serta penurunan mutu genetik sapi lokal.
BRMP Kalimantan Selatan turut hadir dalam kegiatan ini sebagai bagian dari sinergi lintas kelembagaan untuk mendukung pertanian dan peternakan berkelanjutan di daerah.
Kegiatan FGD ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, universitas di Kalimantan Selatan, dan GAPKI sebagai komitmen bersama untuk mengakselerasi pengembangan industri kelapa sawit dan sapi berkelanjutan di wilayah tersebut.(/snh)