Kontribusi BRMP Kalsel dalam Workshop Implementasi Program ICARE Kementerian Pertanian
BANJARBARU (brmp-kalsel) --- Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pengembangan dan Penerapan Modernisasi Pertanian (BBP2MP) terus memperkuat kapasitas kelembagaan dan bisnis petani melalui penyelenggaraan Workshop Manajemen Keuangan dan Penyusunan Rencana Bisnis Korporasi Petani Tanaman Pangan yang dilaksanakan di tiga wilayah strategis, yakni Kabupaten Tulang Bawang Barat (Provinsi Lampung) pada 4–5 Desember 2025, Kabupaten Bengkayang (Provinsi Kalimantan Barat) pada 9–10 Desember 2025, serta Kabupaten Soppeng (Provinsi Sulawesi Selatan) pada 16–17 Desember 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) yang bertujuan untuk mendukung pengelolaan kawasan dan rantai nilai komoditas pertanian secara berkelanjutan dan inklusif di lokasi-lokasi terpilih.
Lebih dari 200 peserta di setiap wilayah turut hadir dalam kegiatan ini, yang terdiri atas penyuluh pertanian dari dinas pertanian dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), petani, Kelompok Wanita Tani (KWT), Brigade Pangan, ketua gabungan kelompok tani (Gapoktan) serta pelaku usaha pertanian. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya kebutuhan terhadap penguatan kapasitas manajemen dan bisnis korporasi petani.
Dalam hal ini, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan turut berperan aktif mensukseskan Workshop ini dengan menugaskan dua narasumber kompeten di bidangnya. Sholih Nugroho Hadi, Ph.D menyampaikan materi mengenai Manajemen Keuangan Korporasi Petani serta Penguatan Keterampilan Bisnis dan Permodalan, yang menekankan pentingnya tata kelola keuangan yang sehat, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan usaha tani.
Narasumber yang lainnya adalah, Dr. Shinta Anggreany yang memberikan materi tentang Penyusunan Model Bisnis Korporasi Petani, yang membekali peserta dengan pemahaman praktis dalam merancang model bisnis yang adaptif, berbasis potensi lokal, dan berorientasi pasar.
Melalui program ICARE diharapkan dapat mendorong pengelolaan pertanian yang berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Prinsip inklusivitas menjadi landasan utama, dengan melibatkan petani kecil (smallholder), pelaku usaha agribisnis mikro, kecil, dan menengah, serta menjamin partisipasi aktif petani dan petani muda dalam seluruh tahapan program. Melalui kegiatan workshop ini, diharapkan dapat memberikan penguatan dalam upaya penumbuhan dan pengembangan korporasi petani yang profesional, mandiri, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan pertanian yang maju, modern, dan berkelanjutan.(/snh;/ang)