Pelatihan Drone Sprayer Perkuat Brigade Pangan Dukung Ketahanan Pangan Nasional
BANJARBARU (brmp-kalsel) --- Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan memfasilitasi pelaksanaan Pelatihan Drone Sprayer Aerotron Agra 30 sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan percepatan swasembada pangan melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PT Wulan Cipta Sejati bekerja sama dengan Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) di Aula Gedung Serbaguna BRMP Kalimantan Selatan dan IP2MP banjarbaru pada Kamis-Sabtu (22-24/01/2026).
Pelatihan diikuti oleh sekitar 40 peserta yang terdiri dari Brigade Pangan dan pendamping Brigade Pangan, yang berperan strategis dalam pendampingan petani serta percepatan adopsi teknologi pertanian di tingkat lapangan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala BRMP Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Plt. Kasubag TU, Muhammad Syarif, S.ST, MP.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung transformasi pertanian menuju pertanian modern, efisien, dan berkelanjutan. Pemanfaatan drone sprayer diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pemupukan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman, sekaligus menekan biaya produksi usaha tani.
Perwakilan dari PT Wulan Cipta Sejati serta Ketua APDI Regional Kalimantan Selatan, dalam sambutanya menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan penerapan standar keselamatan dalam pengoperasian drone pertanian.
Pada hari pertama, peserta memperoleh materi pengenalan drone sprayer Aerotron Agra 30 serta simulasi penerbangan menggunakan flight simulator. Selanjutnya, pada hari kedua dan ketiga, peserta melaksanakan praktik lapangan di Instalasi Penerapan dan Pengembangan Modernisasi Pertanian (IP2MP) Banjarbaru.
Melalui pelatihan ini, BRMP Kalimantan Selatan berharap Brigade Pangan mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi pertanian modern dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan, swasembada pangan, dan pembangunan pertanian berkelanjutan.(/uby)