Percepatan Usulan Banpem Lahan dan Irigasi, Kalsel Siap Dukung Swasembada Pangan
Banjarbaru (brmpkalsel) – Upaya mempercepat terwujudnya swasembada pangan terus diperkuat melalui percepatan usulan bantuan pemerintah (banpem) di lingkup Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Banpem yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di Kalimantan Selatan (Jum'at/17 April 2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gedung Serba Guna BRMP Kalimantan Selatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, hingga penyuluh pertanian dalam memastikan setiap usulan bantuan dapat segera diajukan, diverifikasi, dan direalisasikan secara tepat sasaran.
Plt. Kepala BRMP Kalimantan Selatan, Dr. Wahida Annisa Yusuf, SP., M.Sc. dalam arahannya menekankan bahwa percepatan usulan menjadi langkah krusial, khususnya untuk mendukung irigasi pasca cetak sawah. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi antisipasi terhadap anomali iklim seperti El Nino yang berpotensi memengaruhi produksi pangan.
“Semakin cepat usulan diajukan, semakin cepat pula bantuan dapat dirasakan petani. BRMP siap mendampingi agar usulan yang masuk benar-benar sesuai kriteria dan tepat sasaran,” ujarnya.
Senada dengan itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Kabid PSP – Muhammad Anton Ciptady, SP., MP. menyampaikan bahwa berbagai tantangan di lapangan, seperti kondisi lahan dan alih fungsi lahan, perlu direspons dengan langkah cepat dan terukur. Percepatan verifikasi usulan menjadi kunci agar target peningkatan produksi tetap tercapai.
Dalam sesi sosialisasi, Emir Kartarajasa, S.T., M.T. selaku perwakilan Direktorat Konservasi dan Pengembangan Sumber Daya Air Pertanian memaparkan secara rinci berbagai jenis bantuan yang dapat diusulkan, mulai dari irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, hingga bangunan konservasi air seperti embung, dam parit, dan long storage. Penjelasan juga mencakup kriteria teknis, komponen kegiatan, serta strategi percepatan pelaksanaan di lapangan.
Selain itu, disampaikan pula program bantuan olah lahan pasca cetak sawah oleh Dr. R. Sigit Soebandiono, S.T.P., M.M. dari Direktorat Penyediaan Lahan yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan agar siap tanam dan produktif. Program ini diharapkan mampu mendukung keberlanjutan usaha tani sekaligus meningkatkan hasil produksi petani.
Diskusi yang berlangsung aktif menunjukkan tingginya komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program ini. Sejumlah kabupaten/kota menyampaikan kesiapan untuk segera mengajukan usulan, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan seperti keterbatasan infrastruktur irigasi, kondisi lahan rawa, hingga kendala teknis di lapangan.
Meski demikian, seluruh pihak sepakat bahwa percepatan usulan banpem harus tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar efektif dan bermanfaat bagi petani.
Melalui sinergi yang kuat dan langkah percepatan yang terarah, diharapkan program bantuan pemerintah di bidang lahan dan irigasi ini mampu menjadi pengungkit utama dalam meningkatkan produksi pangan di Kalimantan Selatan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian penting dalam mendukung target besar Indonesia untuk segera mencapai swasembada pangan.