Sambut Hakordia: BRMP Kalsel Ikuti Penguatan Budaya Integritas Lingkup Kementan
BANJARBARU (brmp-kalsel) --- Kepala BRMP Kalimantan Selatan, Dr. Ahmad Subhan, M.Sc beserta jajarannya mengikuti kegiatan Penguatan Budaya Integritas bagi pejabat dan CPNS sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2025 secara daring di Ruang rapat BRMP Kalimantan Selatan pada Senin (08/12/2025).
Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan)RI dengan tema “ Satukan Aksi, Basmi Korupsi, Wujudkan Swasembada Pangan Berintegritas untuk Negeri.” Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kementan untuk memperkuat budaya kerja bersih, transparan, dan akuntabel di lingkungan internal.
Dalam acara ini turut dihadirkan para narasumber yang kompeten di bidangnya di antaranya Pakar Hukum Pidana, Asep Iwan Iriawan. Ia memaparkan secara komprehensif terkait definisi, jenis, dan modus tindak korupsi yang kerap terjadi di birokrasi. Selain itu menyebut bahwa korupsi tidak selalu muncul dalam bentuk besar, tetapi dapat bermula dari hal kecil yang dianggap biasa namun melanggar aturan.
Narasumber selanjutnya diisi oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto. Setyo menyoroti pentingnya integritas bagi jajaran Kementan mengingat sektor pertanian merupakan pilar strategis pembangunan nasional. Oleh karena itu, ia menghimbau agar seluruh ASN, termasuk CPNS, memiliki standar etika yang tinggi dan bebas dari konflik kepentingan.
Sebagai narasumber ketiga menghadirkan motivator nasional, Ary Ginanjar Agustian yang memaparkan keterkaitan antara antikorupsi dan swasembada pangan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian sangat bergantung pada karakter aparatur negara. Ary menjelaskan bahwa korupsi pada rantai pelayanan publik dan program-program pertanian dapat menghambat inovasi dan efektivitas kebijakan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh CPNS untuk membangun integritas, etos kerja positif, serta kecerdasan emosional dan spiritual sebagai modal utama memperkuat sektor pangan nasional.
Kementerian Pertanian berharap melalui kegiatan ini, upaya pembinaan integritas tidak hanya menjadi agenda seremonial saja, namun menjadi gerakan nyata yang diterapkan dalam budaya kerja sehari-hari. Dengan penguatan nilai antikorupsi, Kementerian Pertanian menargetkan terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih sekaligus mendukung pencapaian swasembada pangan yang berkelanjutan di Indonesia.(/fhw)