Sinergi Penyusunan CPCL Dorong Percepatan Cetak Sawah Rakyat di Kalimantan Selatan
Banjarbaru (brmp-kalsel) – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Bertempat di Aeris Hotel Banjarbaru, kegiatan Workshop Penyusunan CPCL Bantuan Benih Cetak Sawah Rakyat berlangsung aktif dan penuh partisipasi dari para pemangku kepentingan (14–15/04/2026).
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, yang menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dalam mengatasi berbagai tantangan sektor pertanian, khususnya dalam mendukung percepatan program cetak sawah rakyat yang berdampak langsung bagi petani.
Dalam sesi pemaparan, Shinta Anggreany dari BRMP Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa sejumlah usulan CPCL bantuan benih telah diteruskan ke Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Usulan tersebut berasal dari beberapa kabupaten, antara lain Tabalong, Tanah Bumbu, Kotabaru, dan Barito Kuala, sebagai bentuk kesiapan daerah dalam mendukung program peningkatan produksi pangan.
Selanjutnya, Lelya Pramudyani dari BRMP Kalimantan Selatan menjelaskan secara rinci mekanisme pengajuan CPCL sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 2 Tahun 2026 serta Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah Lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun Anggaran 2026. Pemahaman yang baik terhadap prosedur ini diharapkan dapat mempercepat proses pengusulan dan penyaluran bantuan kepada petani.
Sebagai narasumber, perwakilan Direktorat Serealia turut memberikan penguatan materi, khususnya terkait penyesuaian usulan bantuan dengan kondisi lapangan. Hal ini mencakup verifikasi status lahan cetak sawah rakyat, kesiapan olah lahan, serta kesesuaian dengan jadwal tanam, sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran dan tepat waktu.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan BPPSDMP, BRMP, serta Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan. Melalui workshop ini, diharapkan proses penyusunan CPCL menjadi lebih akurat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan petani di lapangan.
Pasca kegiatan, sejumlah pemerintah kabupaten/kota menyatakan komitmennya untuk segera mengusulkan CPCL bantuan benih, khususnya untuk mendukung musim tanam Mei–Juni 2026. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan petani mendapatkan dukungan tepat waktu guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.